Assalamualaikum, kali ini aku mau review mengenai pengiriman barang menggunakan ekspedisi JNE JTR, sekian banyak review yang saya liat di google hampir semua isinya keluhan, keluhan lama sampai bahkan, adapula yang tak sampai. Ngeri ga sih? Pas kamu kirim pake Jne JTR eh liar review isinya keluhan semua. Tapi aku yakin, paket yang aku kirim akan sampai.
Oh iya lupa kasi tau, jne JTR ini bisa dipake kalo kita kirim barang min.10kg jadi paketnya dikirim pake truck, dan estimasinya lumayan lebih lama daripada yang OKE. Tapi menurut aku sih tergantung yah.
Ceritanya, aku kirim bantal 5pcs jadi dia tuh masuknya ke volume bukan berat, meskipun beratnya cuma 3kg, tapi berhubung bantal itu mengembang, jadi masuknya 11kg, kaget dong kalo harus pake yang REG atau OKE bisa nyampe 110-140rb itu ongkir doang ðŸ˜. Dan untungnya customer service di jne dia kasih tau, kalo ada yang lebih murah. Akhirnya aku pake yang lebih murah, ya itu yang namanya JTR, ongkir sumedang-bogor dengan 11kg cuma 44rb. Paketnya sampai dengan cepat dong, meskipun di estimasinya 2-4 hari. Tapi paketku sampai cuma satu hari. Jadi ga selamanya pake JTR zonk dan rugi ya guys. Selalu ada untungnya ko, tapi tergantung daerah juga. Sekian cerita dari aku, semoga bermanfaat ☺️
Minggu, 01 Maret 2020
Jumat, 19 Juli 2019
Tak selamanya yang kamu inginkan itu akan menyenangkan
Akan tetapi setiap yang Allah rencanakan selalu lebih indah dan menenangkan
Sedikit cerita, dulu aku sanggat enggan untuk menjadi seorang guru, baik itu guru sekolah, guru ngaji dan guru lainnya. Ketika aku kecil dulu ku punya banyak mimpi dan cita-cita, seperti ingin menjadi dokter, ingin menjadi arsitek dan ingin menjadi desainer pakaian dengan dilengkapi memiliki butik sendiri. Semua seakan memotivasi ku untuk terus belajar dengan nilai yang memuaskan.
Semakin hari naik kelas, melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah, dan dengan pelajaran yang semakin sulit. Dan setelah aku pelajari biologi ilmu ku tentang organ tubuh manusia semakin bertambah. Setelah aku banyak tau tentang itu, ku mengurungkan cita cita, sepertinya aku tak sanggup menjadi seorang dokter. Kini cita citaku tersisa dua, yaudah aku jadi arsitek aja. Aku selalu kepoin pekerjaan Ayahku yang beliau seorang guru teknik bangunan. Tapi ujung ujungnya aku melanjutkan sekolah ke smk dan memilih jurusan multimedia. Kata ku mungkin diantara jurusan yang ada, sepertinya jurusan ini yang sedikit santai. Mulailah sekolah dan belajar teknik photography, dari situlah aku mulai menyukainya. Bertambah lagi cita citaku ingin menjadi seorang photografer. Singkat cerita, aku selesai kuliah dan melamar kerja ke studio photo, dan aku keterima lalu ku bekerja. Tapi lama kelamaan aku masih saja merasa bosan. Sebelum ku bekerja di studio, aku suka bantuin Ibu ku mengajar di TPA, aku berhenti karena diterima di studio. Tapi pada akhirnya, aku rasa lebih nyaman ngajar, dengan waktu yang tak sehariam, bagiku tak diberi gaji pun tak masalah, yang terpenting adalah ada ilmu yang aku berikan untuk anak anak. Ada waktu pula untuk usaha ku, ada waktu untuk membantu keluarga.
Nah ga semua apa yang kamu inginkan akan membuatmu
Bahagia. Bagiku selama orang tua masih utuh, kenapa ga kita bantu pekerjaan rumahnya? Bukan tak ingin bekerja mendapatkan banyak uang. Tapi kita ga pernah tau kapan orangtua akan meninggalkan kita. Mendapatkan uang bisa dari yang lain selain menjadi pekerja. Tapi mengabdi kepada orangtua tak bisa diulangi ketika mereka tiada.
Akan tetapi setiap yang Allah rencanakan selalu lebih indah dan menenangkan
Sedikit cerita, dulu aku sanggat enggan untuk menjadi seorang guru, baik itu guru sekolah, guru ngaji dan guru lainnya. Ketika aku kecil dulu ku punya banyak mimpi dan cita-cita, seperti ingin menjadi dokter, ingin menjadi arsitek dan ingin menjadi desainer pakaian dengan dilengkapi memiliki butik sendiri. Semua seakan memotivasi ku untuk terus belajar dengan nilai yang memuaskan.
Semakin hari naik kelas, melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah, dan dengan pelajaran yang semakin sulit. Dan setelah aku pelajari biologi ilmu ku tentang organ tubuh manusia semakin bertambah. Setelah aku banyak tau tentang itu, ku mengurungkan cita cita, sepertinya aku tak sanggup menjadi seorang dokter. Kini cita citaku tersisa dua, yaudah aku jadi arsitek aja. Aku selalu kepoin pekerjaan Ayahku yang beliau seorang guru teknik bangunan. Tapi ujung ujungnya aku melanjutkan sekolah ke smk dan memilih jurusan multimedia. Kata ku mungkin diantara jurusan yang ada, sepertinya jurusan ini yang sedikit santai. Mulailah sekolah dan belajar teknik photography, dari situlah aku mulai menyukainya. Bertambah lagi cita citaku ingin menjadi seorang photografer. Singkat cerita, aku selesai kuliah dan melamar kerja ke studio photo, dan aku keterima lalu ku bekerja. Tapi lama kelamaan aku masih saja merasa bosan. Sebelum ku bekerja di studio, aku suka bantuin Ibu ku mengajar di TPA, aku berhenti karena diterima di studio. Tapi pada akhirnya, aku rasa lebih nyaman ngajar, dengan waktu yang tak sehariam, bagiku tak diberi gaji pun tak masalah, yang terpenting adalah ada ilmu yang aku berikan untuk anak anak. Ada waktu pula untuk usaha ku, ada waktu untuk membantu keluarga.
Nah ga semua apa yang kamu inginkan akan membuatmu
Bahagia. Bagiku selama orang tua masih utuh, kenapa ga kita bantu pekerjaan rumahnya? Bukan tak ingin bekerja mendapatkan banyak uang. Tapi kita ga pernah tau kapan orangtua akan meninggalkan kita. Mendapatkan uang bisa dari yang lain selain menjadi pekerja. Tapi mengabdi kepada orangtua tak bisa diulangi ketika mereka tiada.
Rabu, 21 Oktober 2015
Banyaknya Jumlah Guru Proses Pembelajaran Menjadi Lebih Efektif
Bandung, pengajian merupakan kegiatan rutin, dikalangan anak – anak. Anak –
anak di Kel. Pakemitan Kec. Cinambo begitu semangat mengikuti pengajian yang
dilaksanakan tiap malam. Banyaknya para murid membuat guru merasa kesulitan
dalam mengaturnya. Berbeda halnya dengan tempat mengaji lainnya yang kebanyakan kekurangan pengajar. Namun, di masjid Nurul Huda jumlah pengajar yang banyak, menjadikan pengajian lebih efektif.
Setiap malam mereka mengaji tajwid,
dan hafalan juz ama. Anak laki – laki mengaji bersama ustadz, begitupun anak
perempuan mengaji bersama ustadzah. Meskipun mereka masih anak- anak, tapi
mereka sudah dibiasakan untuk menjaga jarak antara perempuan dan laki – laki.
Pengajian dimulai dari pukul 18.30 s.d 20.00. setelah pengajian selesai, mereka
melaksanakan shalat isa berjamaah.
Berbeda hal nya dengan malam ini
(12/10), sementara mereka tidak mengaji seperti biasanya. Malam ini para murid
berkumpul bersama ustadz ustadzahnya, untuk merencakan acara besok malam. Dalam
rangka menyambut 1 Muharam, para murid di ikut sertakan untuk melaksanakan
pawai obor. Mereka begitu antusias untuk mengikutinya.
Halaman Masjid Menjadi Tempat Resepsi Pernikahan
Bandung , Halaman
mesjid tidak hanya sekedar dipakai untuk pengajian atau shalat I’dul Adha saja.
Hari Minggu (04/1015), halaman mesjid Nurul Huda digunakan sebagai tempat
resepsi pernikahan. Tenda tenda dan kursi sudah terpasang rapih dihalaman
mesjid. Tidak hanya sekedar akad yang dilaksanakan di mesjid.
Berbondong – bondong para tamu undangan
untuk menghadiri acara, membuat mesjid dan jalanan menjadi ramai. Terjadi
kemacetan di sepanjang jalan RS. Ujung berung. Semua mobil yang menghadiri
undangan parkir di depan perumahan Anggrek Resindece.
Resepsi berjalan lancar, para tamu
undangan dijamu dengan berbagai macam makanan. Tidak ada acara hiburan seperti
dangdutan. Namun acara di isi dengan irama dari grup vocal berupa nasyid. Setelah
acara selesai, para petugas kebersihan segera membersihkan tempat tersebut.
Halaman mesjid bersih dan rapih kembali.
Pesantren Srahtarjuningrahyu Selenggarakan Khitanan Masal
Tasikmalaya, Qurban merupakan
kegiatan rutinitas setiap tahun yang dilaksanakan bertepatan dengan I’dul Adha.
Pondok Pesantren Srahtarjuningrahyu
melaksanakan qurban 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Para santrinya diwajibkan
untuk iuran berqurban,Rp. 30.000/ santri dengan jumlah santri 90 orang. Hasil
dari iuran tersebut menjadi 1 ekor sapi (Ujar dewan santri).
Pemotongan hewan qurban dilakukan oleh seorang jagal beserta para santri laki – laki. Daging hasil qurban dibagikan ke para santri dan masyarakat sekitar.Ada satu hal yang berbeda dari pondok srahtarjuingrahyu, setelah selasai melaksanakan qurban, diadakan acara khitanan masal setiap tahunnya. Khitanan masal di laksanakan pada hari sabtu tanggal 26 September 2015, diikuti oleh 43 orang peserta khitan (ujar Pengurus Ponpes).
Sebelum acara khitan dilaksanakan, semua santri turut membantu mempersiapkan segala macam yang dibutuhkan pada saat acara dilaksanakan, tidak hanya santri namun bersama dengan para anggota Osis.
Acara khitanan masal berjalan dengan lancar, setiap anak khitan diberi satu parsel dan baju koko. Peserta khitan tahun ini menurun di banding dengan tahun sebelumnya. Dengan sedikitnya peserta khitan pukul 12.00 pun acara sudah selesai.
Pemotongan hewan qurban dilakukan oleh seorang jagal beserta para santri laki – laki. Daging hasil qurban dibagikan ke para santri dan masyarakat sekitar.Ada satu hal yang berbeda dari pondok srahtarjuingrahyu, setelah selasai melaksanakan qurban, diadakan acara khitanan masal setiap tahunnya. Khitanan masal di laksanakan pada hari sabtu tanggal 26 September 2015, diikuti oleh 43 orang peserta khitan (ujar Pengurus Ponpes).
Sebelum acara khitan dilaksanakan, semua santri turut membantu mempersiapkan segala macam yang dibutuhkan pada saat acara dilaksanakan, tidak hanya santri namun bersama dengan para anggota Osis.
Acara khitanan masal berjalan dengan lancar, setiap anak khitan diberi satu parsel dan baju koko. Peserta khitan tahun ini menurun di banding dengan tahun sebelumnya. Dengan sedikitnya peserta khitan pukul 12.00 pun acara sudah selesai.
Rabu, 02 September 2015
Siap Hadapi Pahitnya Hidup
Tak sekedar hidup, menginginkan kebahagiaan, mencari cari yang bisa membuat bahagia. Tanpa mensyukuri yang ada. Terkadang lupa akan Ni'mat yang sudah kita rasakan. Slalu merasa kurang dan mencari yang lebih. Malas yang slalu menghantui. Semangat datang dan hilang kembali. Apalah hidup ini jika tidak dimaknai.
Setiap manusia mempunyai tingkatannya masing".
Mulai dari dilahirkan hingga saat ini, didikan nya pun berbeda, ketaatan nya berbeda, bahkan keimannya pun berbeda, terkadang ada yang masalalunya buruk tpi saat ini ia berhasil hijrah menjadi lebih baik, adapula yang sebaliknya, karena hidup ga selamanya lurus dan sesuai dgn apa yg di inginkan. Dan tak semua orang menerimanya, karena yang paling sulit itu bersyukur dan istiqomah di jalan-Nya.
Tidak hanya sekedar hidup, mengikuti jaman, memenuhi keinginan, mencari kebahagiaan dengan kesenangan dunia, yang seakan sangat dibutuhkannya ketika mulai mumet dengan kehidupan, terkadang lupa dengan siapa ia hidup, oleh siapa dia hidup dan kapan dia akan kembali, apa yang dirasakannya menyenangkan belum tentu kesenangan itu diridhoi-Nya, dan apa yang ia rasakan berupa kesulitan yang menimbulkan kesedihan bisa saja itulah tanda kasih sayang dari-Nya.
Setiap manusia mempunyai tingkatannya masing".
Mulai dari dilahirkan hingga saat ini, didikan nya pun berbeda, ketaatan nya berbeda, bahkan keimannya pun berbeda, terkadang ada yang masalalunya buruk tpi saat ini ia berhasil hijrah menjadi lebih baik, adapula yang sebaliknya, karena hidup ga selamanya lurus dan sesuai dgn apa yg di inginkan. Dan tak semua orang menerimanya, karena yang paling sulit itu bersyukur dan istiqomah di jalan-Nya.
Tidak hanya sekedar hidup, mengikuti jaman, memenuhi keinginan, mencari kebahagiaan dengan kesenangan dunia, yang seakan sangat dibutuhkannya ketika mulai mumet dengan kehidupan, terkadang lupa dengan siapa ia hidup, oleh siapa dia hidup dan kapan dia akan kembali, apa yang dirasakannya menyenangkan belum tentu kesenangan itu diridhoi-Nya, dan apa yang ia rasakan berupa kesulitan yang menimbulkan kesedihan bisa saja itulah tanda kasih sayang dari-Nya.
Rabu, 13 Mei 2015
"Mensyukuri nikmat dan menikmati syukur"
Fungsi
utama dari bersyukur adalah agar kita betul-betul merasa tenang,
bahagia, dan sukses dikarenakan Allah telah memberikan kenikmatan yang
luar bidahsyat dalam kehidupan kita.
Orang yang besyukur hatinya lapang,
wajahnya cerah, pikirannya terbuka, motivasinya tinggi, ibadahnya
khusyu, hidupnya banyak memberikan inspirasi bagi dirinya dan semesta di
sekitarnya.
Kalaulah kita hari ini mengaku sudah
bersyukur tapi masih sering stress, mudah marah, cepat khawatir, takut
kehilangan, dan perasaan negatif lainnya, berarti TEKNIK BERSYUKUR kita
masih perlu diperbaiki. Katanya sudah bersyukur, lha kok masih stress
saban hari? :D
Bukankah di Al-Quran dikatakan "Kalau
kalian bersyukur pasti akan Aku tambah nikmat bagi kalian, kalau kalian
kufur (tidak bersyukur) maka azabKU sangatlah pedih". Dan, lambang dari
azab yang pedih itu adalah hadirnya stress yang istiqomah dalam
kehidupan kita....
Nah, apa betul kita ini sudah bersyukur?
Kalau sudah bersyukur, lalu kenapa masih sering stress?
Contoh, kita mendapatkan sebuah
proyek yang kita anggap nilainya 10 juta, tapi ternyata setelah proyek
itu selesai kita hanya mendapatkan uang senilai 3 juta. Lalu kita
berusaha untuk bersyukur dengan kalimat "Alhamdulillaaah, masih dapet 3
juta, masih untung ada proyek.. alhamdulillah deh" ... tapi ternyata
hati kita belum tentu bersyukur sesuai dengan ucapan yang kita katakan.
Hati kita masih saja bertanya dan kesal "kenapa hanya 3 juta? apa salah
saya?". Nah, inilah salah satu kesalahan bersyukur... Bersyukur itu
seharusnya nikmat sehingga menambah kenikmatan yang ada. Istilahnya :
Mensyukuri nikmat dengan cara menikmati syukur itu sendiri...
Contoh lain, misalnya Anda pada
faktanya memiliki rumah yang kecil dan sempit, lalu Anda bersyukur dalam
kalimat, "Ya Allah, terimakasih atas rumah yang telah engkau berikan
ini, walau sempit dan pengap, saya tetap bersyukur". Nah, apakah setelah
Anda mengucapkan rasa syukur itu hati Anda menjadi lapang?
Ternyata, KUNCI dari mensyukuri nikmat adalah menikmati syukur.
Nikmat itu tidak harus dikaitkan
dengan fakta yang ada, tapi kenikmatan sejati bisa melampaui sang
fakta. Fakta itu terbatas, sedangkan nikmat itu tak terbatas.
Fa biayyi aalaa-i robbikumaa tukadz-dzibaan?
Nikmat dari Rabmu yang mana lagikah yang kalian dustakan?
Kalau faktanya rumah kita kecil, maka
lampauilah fakta itu, dan bersyukurlah, "Ya Allah, terimakasih atas
rumah yang besar, bertingkat, luas, dan indah ini".
Bukankah fakta itu di luar, sedangkan
persepsi itu di dalam? Bukankah persepsi lebih penting dari pada fakta
yang menipu? Bukankah dunia ini kesenangan yang menipu? Bukankah yang
di dalam itu realita dan yang di luar itu hanya ilusi? Bukankah yang
kelak Anda pertanggungjawabkan di hadapan Allah adalah apa yang ada di
dalam diri Anda dan bukan apa yang ada di luar diri Anda?
Sahabatku, Ketika kita sedang melatih
Pikiran dan Perasaan dalam bersyukur yang berkualitas nikmat, maka tak
perlu heran jika setiap hari latihan bersyukur yang dilakukan sepertinya
semakin tidak mudah. Sebab dibenturkan oleh berbagai fakta yang sulit
untuk disyukuri.
Itu sebabnya, teruslah tetap dalam awareness yang dalam. Dan tetaplah bersyukur dalam sikap yang "melampaui fakta" yang ada, walaupun fakta yang hadir sangat tidak indah atau bahkan sudah begitu sangat indahnya.
Jangan batasi diri kita dalam fakta indrawi, sebab semua keindahan dan kesulitan dunia adalah fana.
So, tidak perlu menunggu nikmat baru bersyukur, tapi bersyukurlah senantiasa maka ALLAH akan menambahkan nikmat itu pada diri kita.
Itu sebabnya, teruslah tetap dalam awareness yang dalam. Dan tetaplah bersyukur dalam sikap yang "melampaui fakta" yang ada, walaupun fakta yang hadir sangat tidak indah atau bahkan sudah begitu sangat indahnya.
Jangan batasi diri kita dalam fakta indrawi, sebab semua keindahan dan kesulitan dunia adalah fana.
So, tidak perlu menunggu nikmat baru bersyukur, tapi bersyukurlah senantiasa maka ALLAH akan menambahkan nikmat itu pada diri kita.
Mari luaskan persepsi Anda,
positifkan persepsi Anda, maka Anda akan betul-betul menikmati yang
namanya bersyukur. Tenggelam dalam kenikmatan syukur kepada-Nya...
"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S. 57:20)
Salam Syukur Melampaui Fakta.
Wallahu a'lam
Langganan:
Postingan (Atom)