Tak selamanya yang kamu inginkan itu akan menyenangkan
Akan tetapi setiap yang Allah rencanakan selalu lebih indah dan menenangkan
Sedikit cerita, dulu aku sanggat enggan untuk menjadi seorang guru, baik itu guru sekolah, guru ngaji dan guru lainnya. Ketika aku kecil dulu ku punya banyak mimpi dan cita-cita, seperti ingin menjadi dokter, ingin menjadi arsitek dan ingin menjadi desainer pakaian dengan dilengkapi memiliki butik sendiri. Semua seakan memotivasi ku untuk terus belajar dengan nilai yang memuaskan.
Semakin hari naik kelas, melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah, dan dengan pelajaran yang semakin sulit. Dan setelah aku pelajari biologi ilmu ku tentang organ tubuh manusia semakin bertambah. Setelah aku banyak tau tentang itu, ku mengurungkan cita cita, sepertinya aku tak sanggup menjadi seorang dokter. Kini cita citaku tersisa dua, yaudah aku jadi arsitek aja. Aku selalu kepoin pekerjaan Ayahku yang beliau seorang guru teknik bangunan. Tapi ujung ujungnya aku melanjutkan sekolah ke smk dan memilih jurusan multimedia. Kata ku mungkin diantara jurusan yang ada, sepertinya jurusan ini yang sedikit santai. Mulailah sekolah dan belajar teknik photography, dari situlah aku mulai menyukainya. Bertambah lagi cita citaku ingin menjadi seorang photografer. Singkat cerita, aku selesai kuliah dan melamar kerja ke studio photo, dan aku keterima lalu ku bekerja. Tapi lama kelamaan aku masih saja merasa bosan. Sebelum ku bekerja di studio, aku suka bantuin Ibu ku mengajar di TPA, aku berhenti karena diterima di studio. Tapi pada akhirnya, aku rasa lebih nyaman ngajar, dengan waktu yang tak sehariam, bagiku tak diberi gaji pun tak masalah, yang terpenting adalah ada ilmu yang aku berikan untuk anak anak. Ada waktu pula untuk usaha ku, ada waktu untuk membantu keluarga.
Nah ga semua apa yang kamu inginkan akan membuatmu
Bahagia. Bagiku selama orang tua masih utuh, kenapa ga kita bantu pekerjaan rumahnya? Bukan tak ingin bekerja mendapatkan banyak uang. Tapi kita ga pernah tau kapan orangtua akan meninggalkan kita. Mendapatkan uang bisa dari yang lain selain menjadi pekerja. Tapi mengabdi kepada orangtua tak bisa diulangi ketika mereka tiada.
Jumat, 19 Juli 2019
Rabu, 21 Oktober 2015
Banyaknya Jumlah Guru Proses Pembelajaran Menjadi Lebih Efektif
Bandung, pengajian merupakan kegiatan rutin, dikalangan anak – anak. Anak –
anak di Kel. Pakemitan Kec. Cinambo begitu semangat mengikuti pengajian yang
dilaksanakan tiap malam. Banyaknya para murid membuat guru merasa kesulitan
dalam mengaturnya. Berbeda halnya dengan tempat mengaji lainnya yang kebanyakan kekurangan pengajar. Namun, di masjid Nurul Huda jumlah pengajar yang banyak, menjadikan pengajian lebih efektif.
Setiap malam mereka mengaji tajwid,
dan hafalan juz ama. Anak laki – laki mengaji bersama ustadz, begitupun anak
perempuan mengaji bersama ustadzah. Meskipun mereka masih anak- anak, tapi
mereka sudah dibiasakan untuk menjaga jarak antara perempuan dan laki – laki.
Pengajian dimulai dari pukul 18.30 s.d 20.00. setelah pengajian selesai, mereka
melaksanakan shalat isa berjamaah.
Berbeda hal nya dengan malam ini
(12/10), sementara mereka tidak mengaji seperti biasanya. Malam ini para murid
berkumpul bersama ustadz ustadzahnya, untuk merencakan acara besok malam. Dalam
rangka menyambut 1 Muharam, para murid di ikut sertakan untuk melaksanakan
pawai obor. Mereka begitu antusias untuk mengikutinya.
Halaman Masjid Menjadi Tempat Resepsi Pernikahan
Bandung , Halaman
mesjid tidak hanya sekedar dipakai untuk pengajian atau shalat I’dul Adha saja.
Hari Minggu (04/1015), halaman mesjid Nurul Huda digunakan sebagai tempat
resepsi pernikahan. Tenda tenda dan kursi sudah terpasang rapih dihalaman
mesjid. Tidak hanya sekedar akad yang dilaksanakan di mesjid.
Berbondong – bondong para tamu undangan
untuk menghadiri acara, membuat mesjid dan jalanan menjadi ramai. Terjadi
kemacetan di sepanjang jalan RS. Ujung berung. Semua mobil yang menghadiri
undangan parkir di depan perumahan Anggrek Resindece.
Resepsi berjalan lancar, para tamu
undangan dijamu dengan berbagai macam makanan. Tidak ada acara hiburan seperti
dangdutan. Namun acara di isi dengan irama dari grup vocal berupa nasyid. Setelah
acara selesai, para petugas kebersihan segera membersihkan tempat tersebut.
Halaman mesjid bersih dan rapih kembali.
Pesantren Srahtarjuningrahyu Selenggarakan Khitanan Masal
Tasikmalaya, Qurban merupakan
kegiatan rutinitas setiap tahun yang dilaksanakan bertepatan dengan I’dul Adha.
Pondok Pesantren Srahtarjuningrahyu
melaksanakan qurban 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Para santrinya diwajibkan
untuk iuran berqurban,Rp. 30.000/ santri dengan jumlah santri 90 orang. Hasil
dari iuran tersebut menjadi 1 ekor sapi (Ujar dewan santri).
Pemotongan hewan qurban dilakukan oleh seorang jagal beserta para santri laki – laki. Daging hasil qurban dibagikan ke para santri dan masyarakat sekitar.Ada satu hal yang berbeda dari pondok srahtarjuingrahyu, setelah selasai melaksanakan qurban, diadakan acara khitanan masal setiap tahunnya. Khitanan masal di laksanakan pada hari sabtu tanggal 26 September 2015, diikuti oleh 43 orang peserta khitan (ujar Pengurus Ponpes).
Sebelum acara khitan dilaksanakan, semua santri turut membantu mempersiapkan segala macam yang dibutuhkan pada saat acara dilaksanakan, tidak hanya santri namun bersama dengan para anggota Osis.
Acara khitanan masal berjalan dengan lancar, setiap anak khitan diberi satu parsel dan baju koko. Peserta khitan tahun ini menurun di banding dengan tahun sebelumnya. Dengan sedikitnya peserta khitan pukul 12.00 pun acara sudah selesai.
Pemotongan hewan qurban dilakukan oleh seorang jagal beserta para santri laki – laki. Daging hasil qurban dibagikan ke para santri dan masyarakat sekitar.Ada satu hal yang berbeda dari pondok srahtarjuingrahyu, setelah selasai melaksanakan qurban, diadakan acara khitanan masal setiap tahunnya. Khitanan masal di laksanakan pada hari sabtu tanggal 26 September 2015, diikuti oleh 43 orang peserta khitan (ujar Pengurus Ponpes).
Sebelum acara khitan dilaksanakan, semua santri turut membantu mempersiapkan segala macam yang dibutuhkan pada saat acara dilaksanakan, tidak hanya santri namun bersama dengan para anggota Osis.
Acara khitanan masal berjalan dengan lancar, setiap anak khitan diberi satu parsel dan baju koko. Peserta khitan tahun ini menurun di banding dengan tahun sebelumnya. Dengan sedikitnya peserta khitan pukul 12.00 pun acara sudah selesai.
Rabu, 02 September 2015
Siap Hadapi Pahitnya Hidup
Tak sekedar hidup, menginginkan kebahagiaan, mencari cari yang bisa membuat bahagia. Tanpa mensyukuri yang ada. Terkadang lupa akan Ni'mat yang sudah kita rasakan. Slalu merasa kurang dan mencari yang lebih. Malas yang slalu menghantui. Semangat datang dan hilang kembali. Apalah hidup ini jika tidak dimaknai.
Setiap manusia mempunyai tingkatannya masing".
Mulai dari dilahirkan hingga saat ini, didikan nya pun berbeda, ketaatan nya berbeda, bahkan keimannya pun berbeda, terkadang ada yang masalalunya buruk tpi saat ini ia berhasil hijrah menjadi lebih baik, adapula yang sebaliknya, karena hidup ga selamanya lurus dan sesuai dgn apa yg di inginkan. Dan tak semua orang menerimanya, karena yang paling sulit itu bersyukur dan istiqomah di jalan-Nya.
Tidak hanya sekedar hidup, mengikuti jaman, memenuhi keinginan, mencari kebahagiaan dengan kesenangan dunia, yang seakan sangat dibutuhkannya ketika mulai mumet dengan kehidupan, terkadang lupa dengan siapa ia hidup, oleh siapa dia hidup dan kapan dia akan kembali, apa yang dirasakannya menyenangkan belum tentu kesenangan itu diridhoi-Nya, dan apa yang ia rasakan berupa kesulitan yang menimbulkan kesedihan bisa saja itulah tanda kasih sayang dari-Nya.
Setiap manusia mempunyai tingkatannya masing".
Mulai dari dilahirkan hingga saat ini, didikan nya pun berbeda, ketaatan nya berbeda, bahkan keimannya pun berbeda, terkadang ada yang masalalunya buruk tpi saat ini ia berhasil hijrah menjadi lebih baik, adapula yang sebaliknya, karena hidup ga selamanya lurus dan sesuai dgn apa yg di inginkan. Dan tak semua orang menerimanya, karena yang paling sulit itu bersyukur dan istiqomah di jalan-Nya.
Tidak hanya sekedar hidup, mengikuti jaman, memenuhi keinginan, mencari kebahagiaan dengan kesenangan dunia, yang seakan sangat dibutuhkannya ketika mulai mumet dengan kehidupan, terkadang lupa dengan siapa ia hidup, oleh siapa dia hidup dan kapan dia akan kembali, apa yang dirasakannya menyenangkan belum tentu kesenangan itu diridhoi-Nya, dan apa yang ia rasakan berupa kesulitan yang menimbulkan kesedihan bisa saja itulah tanda kasih sayang dari-Nya.
Rabu, 13 Mei 2015
"Mensyukuri nikmat dan menikmati syukur"
Fungsi
utama dari bersyukur adalah agar kita betul-betul merasa tenang,
bahagia, dan sukses dikarenakan Allah telah memberikan kenikmatan yang
luar bidahsyat dalam kehidupan kita.
Orang yang besyukur hatinya lapang,
wajahnya cerah, pikirannya terbuka, motivasinya tinggi, ibadahnya
khusyu, hidupnya banyak memberikan inspirasi bagi dirinya dan semesta di
sekitarnya.
Kalaulah kita hari ini mengaku sudah
bersyukur tapi masih sering stress, mudah marah, cepat khawatir, takut
kehilangan, dan perasaan negatif lainnya, berarti TEKNIK BERSYUKUR kita
masih perlu diperbaiki. Katanya sudah bersyukur, lha kok masih stress
saban hari? :D
Bukankah di Al-Quran dikatakan "Kalau
kalian bersyukur pasti akan Aku tambah nikmat bagi kalian, kalau kalian
kufur (tidak bersyukur) maka azabKU sangatlah pedih". Dan, lambang dari
azab yang pedih itu adalah hadirnya stress yang istiqomah dalam
kehidupan kita....
Nah, apa betul kita ini sudah bersyukur?
Kalau sudah bersyukur, lalu kenapa masih sering stress?
Contoh, kita mendapatkan sebuah
proyek yang kita anggap nilainya 10 juta, tapi ternyata setelah proyek
itu selesai kita hanya mendapatkan uang senilai 3 juta. Lalu kita
berusaha untuk bersyukur dengan kalimat "Alhamdulillaaah, masih dapet 3
juta, masih untung ada proyek.. alhamdulillah deh" ... tapi ternyata
hati kita belum tentu bersyukur sesuai dengan ucapan yang kita katakan.
Hati kita masih saja bertanya dan kesal "kenapa hanya 3 juta? apa salah
saya?". Nah, inilah salah satu kesalahan bersyukur... Bersyukur itu
seharusnya nikmat sehingga menambah kenikmatan yang ada. Istilahnya :
Mensyukuri nikmat dengan cara menikmati syukur itu sendiri...
Contoh lain, misalnya Anda pada
faktanya memiliki rumah yang kecil dan sempit, lalu Anda bersyukur dalam
kalimat, "Ya Allah, terimakasih atas rumah yang telah engkau berikan
ini, walau sempit dan pengap, saya tetap bersyukur". Nah, apakah setelah
Anda mengucapkan rasa syukur itu hati Anda menjadi lapang?
Ternyata, KUNCI dari mensyukuri nikmat adalah menikmati syukur.
Nikmat itu tidak harus dikaitkan
dengan fakta yang ada, tapi kenikmatan sejati bisa melampaui sang
fakta. Fakta itu terbatas, sedangkan nikmat itu tak terbatas.
Fa biayyi aalaa-i robbikumaa tukadz-dzibaan?
Nikmat dari Rabmu yang mana lagikah yang kalian dustakan?
Kalau faktanya rumah kita kecil, maka
lampauilah fakta itu, dan bersyukurlah, "Ya Allah, terimakasih atas
rumah yang besar, bertingkat, luas, dan indah ini".
Bukankah fakta itu di luar, sedangkan
persepsi itu di dalam? Bukankah persepsi lebih penting dari pada fakta
yang menipu? Bukankah dunia ini kesenangan yang menipu? Bukankah yang
di dalam itu realita dan yang di luar itu hanya ilusi? Bukankah yang
kelak Anda pertanggungjawabkan di hadapan Allah adalah apa yang ada di
dalam diri Anda dan bukan apa yang ada di luar diri Anda?
Sahabatku, Ketika kita sedang melatih
Pikiran dan Perasaan dalam bersyukur yang berkualitas nikmat, maka tak
perlu heran jika setiap hari latihan bersyukur yang dilakukan sepertinya
semakin tidak mudah. Sebab dibenturkan oleh berbagai fakta yang sulit
untuk disyukuri.
Itu sebabnya, teruslah tetap dalam awareness yang dalam. Dan tetaplah bersyukur dalam sikap yang "melampaui fakta" yang ada, walaupun fakta yang hadir sangat tidak indah atau bahkan sudah begitu sangat indahnya.
Jangan batasi diri kita dalam fakta indrawi, sebab semua keindahan dan kesulitan dunia adalah fana.
So, tidak perlu menunggu nikmat baru bersyukur, tapi bersyukurlah senantiasa maka ALLAH akan menambahkan nikmat itu pada diri kita.
Itu sebabnya, teruslah tetap dalam awareness yang dalam. Dan tetaplah bersyukur dalam sikap yang "melampaui fakta" yang ada, walaupun fakta yang hadir sangat tidak indah atau bahkan sudah begitu sangat indahnya.
Jangan batasi diri kita dalam fakta indrawi, sebab semua keindahan dan kesulitan dunia adalah fana.
So, tidak perlu menunggu nikmat baru bersyukur, tapi bersyukurlah senantiasa maka ALLAH akan menambahkan nikmat itu pada diri kita.
Mari luaskan persepsi Anda,
positifkan persepsi Anda, maka Anda akan betul-betul menikmati yang
namanya bersyukur. Tenggelam dalam kenikmatan syukur kepada-Nya...
"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S. 57:20)
Salam Syukur Melampaui Fakta.
Wallahu a'lam
Selasa, 24 Maret 2015
"Malaikat tanpa sayap"
Identitas
Film
- Judul : Malaikat Tanpa Sayap
- Sutradara : Rako Prijanto
- Produser : Chand Parwez Servia
- Pemeran :
- Adipati Dolken sebagai Vino
- Maudy Ayunda sebagai Mura
- Ikang Fawzi sebagai Papa Mura
- Surya Saputra sebagai Amir (Ayah Vino)
- Agus Kuncoro sebagai Calo
- Kinaryosih sebagai Myra (Ibu Vino)
- Geccha Qheagaveta sebagai Wina
Pembahasan Film
Kisah
film ini bermula dari kehidupan seorang remaja yang berasal dari keluarga kaya
yang bernama Vino. Vino adalah remaja galau yang tidak pernah peduli dengan
permasalahan keluarganya.
Suatu
hari ayah Vino, Amir . Usahanya mengalami kebangkrutan karena ditipu oleh rekan
bisnisnya. Rumah Vino disita oleh bank, demi menutupi hutang ayahnya. Ibu Vino,
Mirna yang terbiasa hidup berkecukupan, tidak menerima kenyataan itu.
Mirna pergi begitu saja meninggalkan keluarganya padahal ia memiliki putri
kecil yang masih berusia 5 tahun, Wina.
Vino
dan keluargnya harus menanggung semua akibat dari keterpurukan usaha Ayahnya.
Mereka terpaksa tinggal disebuah rumah kontrakan yang kumuh. Sejak kehidupan
mereka berubah Ayah Vino sudah tidak mampu lagi membayar uang SPP Vino.
Akibatnya Vino dikeluarkan oleh pihak sekolah. Di tengah situasi yang kacau
itu, tiba-tiba Wina mengalami kecelakaan, ia terjatuh di kamar mandi. Akibatnya
kaki Wina mengalami luka parah dan kakinya harus di amputasi.
Vino semakin
putus asa dan menyalahkan ayahnya. Dalam
keadaan ekonomi yang semakin sulit, seorang Calo menawarkan Vino untuk
mendonorkan jantungnya. Dengan tebusan uang yang cukup untuk operasi kaki Wina
dan mengembalikan keadaan keluarganya seperti sedia kala. Vino menolaknya.
Tetapi sang Calo tetap memberi kesempatan pada Vino untuk berpikir lagi. Saat
Vino sedang menunggu adiknya, dia bertemu dengan Maura. Vino jatuh cinta pada
pandangan pertama.
Hubungan mereka semakin lama pun semakin dekat. Sang Ayah sudah kehabisan uang. Beliau sudah meminjam uang ke banyak orang tetapi uang tersebut tidak bisa mencukupi biaya operasi Wina. Mendengar perkataan Ayahnya,
Hubungan mereka semakin lama pun semakin dekat. Sang Ayah sudah kehabisan uang. Beliau sudah meminjam uang ke banyak orang tetapi uang tersebut tidak bisa mencukupi biaya operasi Wina. Mendengar perkataan Ayahnya,
Vino pun mengambil keputusan untuk menyetujui pendonoran jantung
kepada Calo tanpa diketahui Ayah maupun adiknya. Uang pendonoran jantung
tersebut dibayar di muka sehingga Vino bisa melunasi rumahnya yang dulu disita
oleh Bank.
Setelah
keadaan keluarganya kembali normal,
Vino dikejutkan dengan kenyataan bahwa Maura mengidap penyakit jantung. Mura sedang menunggu seorang pendonor yang mau memberikan jantung untuknya. Vino pun mengurungkan niatnya kabur dari Calo setelah mengetahui bahwa jantungnya lah yang akan didonorkan untuk jantung Mura.
Vino dikejutkan dengan kenyataan bahwa Maura mengidap penyakit jantung. Mura sedang menunggu seorang pendonor yang mau memberikan jantung untuknya. Vino pun mengurungkan niatnya kabur dari Calo setelah mengetahui bahwa jantungnya lah yang akan didonorkan untuk jantung Mura.
Waktu
Vino untuk menandatangni kontrak hanya setengah bulan. Selama itu juga Vino
sering menghabiskan waktu dengan Mura. Mura tidak tahu yang akan mendonorkan
jantung kepadanya adalah Vino. Waktu yang ditunggu tiba. Vino menandatangani
kontrak dan menerima obat yang diberikan oleh Calo.Tibalah hari dimana Vino
harus mendonorkan jantungnya. Vino pun meminum obat yang diberikan calo sampai
dia overdosis. Pada saat yang bersamaan, sang Ayah yang baru saja pulang
melihat istrinya sedang menarik-narik paksa tangan Wina agar Wina mau ikut
dengannya. Terjadilah keributan diantara mereka, lalu pacar gelap dari istrinya
itu pun menembak sang Ayah dengan pistol hingga jatuh berlumuran darah ke
lantai. Pada saat Vino dan Ayahnya dibawa ke rumah sakit, sang Ayah meminta
kepada Calo agar jantungnya sajalah yang didonorkan, bukan jantung Vino. Tanpa
Vino sadari, Ayahnya sudah membaca surat yang ingin dia sampaikan disaat
mendonorkan jantung.
Film dikaitkan dengan Ilmu Komunikasi
Konsep komunikasi yang digunakan yaitu,
Komunikasi sebagai interaksi.
Pandangan ini menyetarakan
komunikasi dengan suatu proses sebab-sebab atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian. Seseorang
menyampaikan pesan, baik verbal maupun non
verbal, kemudian orang pertama bereaksi lagi setelah menerima respon atau umpan
balik dari orang kedua, dan begitu
seterusnya. Contoh definisi dalam konsep ini yaitu, komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling
mempengaruhi satu sama lain, baik disengaja
ataupun tidak, dan tidak terbatas pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni,
dan teknologi.
Setelah saya pahami, komunikasi yang digunakan oleh film "Malaikat Tanpa Sayap" yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non vebal.
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan
antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi,
pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi
serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat,
dan bertengkar.
Nah di dalam film ini terdapat obrolan yang menyangkut saling bertukar perasaan seperti halnya Vino mempunyai perasaan lebih kepada Mura dengan jatuh cinta nya Vino, lama kelamaan mereka saling mengungkapkannya dengan sebuah kata-kata, ini merupakan komunikasi verbal.
Adapula komunikasi verbal yang digunakan seperti bertengkar, pada awal cerita ini, Ibu dan Ayah Vino mengalami peretengkaran hebat karena Ibu Vino tidak mau menerima kenyataan yang sedang terjadi pada keluarganya, dengan mudahnya ia meninggalkan keluarganya.
Kepergian Ibu nya bisa dikatakan termasuk Komunikasi nonverbal, tanpa basa basi Ibu Vino pergi, itu menandakan tindakan/bahasa tubuh(meyakinkan apa yang tlah diucapkan) tersebut mempunyai arti tidak sanggup lagi menjalani kehidupan bersama keluarganya dengan keadaan miskin.
Komunikasi memiliki fungsi.
Sebagai komunikasi sosial
Fungsi
komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk
membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan,
terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat
menghibur, dan memupuk hubungan hubungan
orang lain.
Penerapan fungsi sosial dalam Film ini, tidak semua peran menggunakannya fungsi sosial, menurut saya yang menjadi Mura dalam Film ini, sebelum mengenal Vino, Ayah Mura lebih menjaga Mura dikarenkan penyakit yang dimiliki Maura sangat kronis, maka dari itu Mura sangat terbatas dalam berkomunikasi dengan orang lain, hanya dengan Ayahnya, dan hanya di dunia maya ia berinteraksi. Namun setelah mengenal Vino, Maura memberanikan diri keluar rumah, dan disanalah Mura mulai mengenal dunia nyata yang sengguhnya.
Sebagai komunikasi instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap, menggerakkan tindakan, dan juga menghibur. Sebagai instrumen, komunikasi tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga untuk menghancurkan hubungan tersebut.
Peran Vino, menurut saya fungsi komunikasi yang ia lakukan adalah yaitu sebagai komunikasi instrumental. Dalam Film ini Vino dapat menghibur Mura, Mura seakan lupa dengan penyakit yang ia miliki dengan adanya kehadiran Vino dalam kesehariannya.
Langganan:
Postingan (Atom)



